Dunia konstruksi sering kali tampak rumit bagi pemula, terutama ketika harus membaca lembar spesifikasi teknis atau tabel ukuran material. Memahami angka-angka di balik besi UNP, hollow, hingga H-Beam bukan sekadar teori, melainkan langkah penting untuk menjamin keamanan struktur dan efisiensi biaya proyek.
Kesalahan dalam membaca ukuran, misalnya salah mengartikan ketebalan nominal dengan ketebalan toleransi, dapat memengaruhi kekuatan material sekaligus membuat anggaran proyek membengkak. Artikel ini disusun untuk memandu Anda memahami parameter penting dalam tabel material konstruksi, sehingga pemesanan dan penggunaan material menjadi lebih tepat dan aman.
Memahami Parameter Dasar dalam Tabel Konstruksi
Sebelum membahas jenis material secara spesifik, penting bagi Anda untuk mengenal istilah-istilah yang sering muncul dalam daftar harga atau katalog dari distributor besi Tangerang. Beberapa parameter berikut termasuk yang paling umum dan sering digunakan dalam tabel ukuran material:
- Dimensi (Lebar x Tinggi): Biasanya menggunakan satuan milimeter (mm).
- Ketebalan (t): Sering ditulis dengan simbol t (thickness). Dalam dunia besi, ada istilah “Besi Full” (sesuai ukuran) dan “Besi Toleransi” (ada selisih tipis dari ukuran asli).
- Panjang Standar: Untuk besi profil seperti UNP atau Siku, panjang standar di Indonesia adalah 6 meter per batang. Sedangkan untuk WF atau H-Beam bisa mencapai 12 meter.
- Berat (kg): Berat total per batang sangat menentukan dalam perhitungan logistik dan beban struktur.
Cara Membaca Spesifikasi Material Populer
Setiap profil besi memiliki cara pembacaan yang berbeda. Kesalahan memahami urutan angka dapat berujung pada salah pesan material yang berdampak pada kualitas dan biaya proyek. Berikut panduan membaca spesifikasi tiap profil besi:
Besi Hollow (Kotak)
Jika Anda melihat katalog jual besi hollow Tangerang, ukurannya biasanya ditulis $AxBxT$.
- Contoh: Hollow 40 x 40 x 2. Ini artinya besi tersebut berbentuk kotak sama sisi 40 mm x 40 mm dengan ketebalan plat 2 mm.
Besi UNP dan CNP
Besi kanal memiliki profil yang lebih kompleks. Untuk kebutuhan kanal U, pembeli sering mencari spesifikasi spesifik seperti harga besi unp 100x50x5.
- 100: Tinggi profil (H) dalam mm.
- 50: Lebar kaki/sayap (B) dalam mm.
- 5: Ketebalan plat dalam mm.
Besi Assental
Berbeda dengan profil berongga, besi assental adalah besi solid berbentuk bulat (round bar) atau kotak (square bar). Penentu utamanya adalah diameter (untuk bulat) atau sisi (untuk kotak) yang dinyatakan dalam satuan mm atau inchi.
Tabel Referensi Ukuran Material Konstruksi
Sebagai gambaran nyata bagi Anda yang sedang merencanakan proyek, berikut adalah rangkuman beberapa ukuran material yang paling sering digunakan di lapangan:
| Jenis Material | Nama Profil | Dimensi Standar (mm) | Berat Estimasi (kg/6m) | Kegunaan Umum |
| Besi UNP | UNP 100 | 100 x 50 x 5 | 56.4 kg | Balok penutup, bracing |
| Besi Siku | L 50 x 50 | 50 x 50 x 5 | 22.6 kg | Rangka pintu, pagar |
| Besi Hollow | 40 x 40 | 40 x 40 x 1,2 | 8.8 kg | Rangka plafon, furnitur |
| H-Beam | 150 x 150 | 150 x 150 x 7 x 10 | 189 kg (12m) | Kolom utama bangunan |
Catatan: Pastikan Anda selalu mengonfirmasi apakah harga yang ditawarkan adalah harga “banci” (toleransi besar) atau harga “full” (SNI).
Pentingnya Memahami Berat Jenis dan Toleransi
Banyak pemula hanya fokus pada dimensi luar material tanpa mengecek beratnya, padahal berat besi merupakan indikator penting kualitas dan kejujuran produk. Jika berat aktual jauh lebih ringan dibandingkan tabel standar, hal ini patut dicurigai karena biasanya menandakan ketebalan material tidak sesuai atau toleransinya terlalu besar.
Untuk proyek yang melibatkan struktur berskala besar, sangat disarankan berkonsultasi terlebih dahulu terkait penggunaan besi WF atau H-Beam. Jenis besi ini menuntut ketelitian lebih dalam membaca tabel spesifikasi karena memiliki perbedaan parameter antara ketebalan badan (web) dan ketebalan sayap (flange) yang sangat memengaruhi kekuatan struktur.
Tips Memesan Material Agar Tidak Salah Kirim
1. Gunakan Satuan Milimeter (mm)
Dalam dunia besi dan baja, milimeter adalah bahasa standar. Menggunakan satuan “cm” atau sebutan lokal seperti “dim” sering kali memicu kerancuan.
- Mengapa mm? Toleransi besi sangat tipis. Misalnya, perbedaan antara besi ukuran 5.7 mm dan 6.0 mm sangat krusial bagi kontraktor, namun dalam satuan cm keduanya sering hanya disebut “0,6 cm”.
- Contoh: Sebutkan “Besi UNP 100” (berarti tinggi 100 mm) daripada menyebut “Besi UNP 10 senti”. Distributor akan menganggap Anda lebih profesional dan paham material jika menggunakan mm.
2. Tanyakan Ketebalan “Real” (Toleransi)
Hampir semua besi di pasar memiliki toleransi. Besi dengan label “Tebal 5 mm” di brosur belum tentu memiliki ketebalan fisik 5.0 mm tepat.
- Besi Bencong vs Full: Di pasar dikenal istilah “besi bencong” (ketebalan jauh di bawah standar) dan “besi full” (mendekati standar SNI).
- Cara Tanya yang Benar: Tanyakan, “Ini UNP 100 ketebalan aslinya/realnya berapa mili?”. Jika mereka menjawab “4.2 mm” untuk label “5 mm”, Anda bisa menghitung ulang apakah kekuatan tersebut cukup untuk beban bangunan Anda.
3. Sesuaikan dengan Gambar Kerja (UNP vs CNP)
Banyak orang awam menganggap UNP dan CNP sama karena keduanya disebut “kanal”. Namun, secara teknis dan fungsi, keduanya tidak bisa saling menggantikan secara sembarangan.
- Besi UNP (Kanal U): Lebih tebal, lebih berat, dan biasanya digunakan untuk struktur utama, tiang penyangga, atau rangka yang menahan beban berat.
- Besi CNP (Kanal C): Lebih tipis (sering dari bahan galvalum/baja ringan), digunakan untuk gording atap atau rangka dinding.
Penting: Jika gambar kerja arsitek meminta UNP 100, jangan memaksakan ganti ke CNP hanya karena harganya lebih murah. Menurunkan spesifikasi dari UNP ke CNP tanpa perhitungan ulang bisa menyebabkan struktur melengkung atau roboh karena daya dukung bebannya berbeda jauh.
4. Pastikan Sertifikat SNI (Tambahan)
Untuk proyek resmi atau bangunan bertingkat, selalu minta Mill Test Certificate. Ini adalah dokumen resmi dari pabrik yang menjamin kualitas baja tersebut. Distributor resmi di Tangerang/Jakarta pasti bisa menyediakan dokumen ini jika barangnya memang orisinal SNI.
5. Konfirmasi Armada Pengiriman
Besi UNP biasanya memiliki panjang standar 6 meter.
- Sebelum memesan, pastikan lokasi proyek Anda bisa dimasuki oleh armada distributor (apakah truk engkel, colt diesel, atau fuso).
- Jika lokasi sempit, tanyakan apakah distributor bisa melayani jasa potong (misal dipotong jadi 3 meter) agar bisa diangkut kendaraan kecil.
FAQ
Apa beda besi UNP dengan CNP dalam tabel?
Secara visual, UNP berbentuk huruf “U” dengan sisi tegak lurus, sedangkan CNP memiliki lipatan kecil di ujung sayapnya sehingga menyerupai huruf “C”. Fungsinya pun berbeda; CNP biasanya untuk gording atap, sementara UNP untuk struktur yang lebih berat.
Mengapa berat besi di tabel sering berbeda dengan timbangan asli?
Ada yang disebut dengan toleransi. Standar SNI mengizinkan adanya selisih beberapa persen. Namun, jika selisihnya sangat jauh, bisa jadi itu adalah besi non-SNI.


